Showing posts with label kedokteran. Show all posts
Showing posts with label kedokteran. Show all posts

Monday, 2 April 2012

Hipertensi pada Usia Lanjut

Makin meningkatnya harapan hidup makin kompleks penyakit yang diderita oleh orang lanjut usia, termasuk lebih sering terserang hipertensi. Hipertensi pada lanjut usia sebagian besar merupakan hipertensi sistolik terisolasi (HST), dan pada umumnya merupakan hipertensi primer. Adanya hipertensi, baik HST maupun kombinasi sistolik dan diastolik merupakan faktor risiko morbiditas dan mortalitas untuk orang lanjut usia (lansia).
Ilustrasi [health.detik.com]
Setelah umur 69 tahun, prevalensi hipertensi meningkat sampai 50%. Pada tahun 1988-1991 National Health and Nutrition Examination Survey menemukan

Thursday, 19 January 2012

Ulasan Ilmiah Mengenai Sakit Kepala

Sakit kepala biasanya terjadi akibat ketegangan atau peningkatan tekanan dalam struktur-struktur peka nyeri dalam kranium.
Struktur kranium yang peka nyeri dan terlibat dalam sakit kepala yaitu:
1.      Semua jaringan ekstrakranium, termasuk di dalamnya kulit kepala, otot, arteri dan periosteum tengkorak.
2.      Sinus kranialis
3.      Sinus vena intrakranium dan vena cabangnya
4.      Bagian dari dura di dasar otak dan arteri di dalam dura
5.      Nervus kranialis trigeminus, fasialis, vagus dan glossofaringeus serta Nervus cervicalis (C2 dan C3)
Ilustrasi Sakit kepala
Sedangkan,

Monday, 16 January 2012

Ulasan Ilmian Mengenai Mual dan Muntah

Nausea, atau yang biasa kita kenal dengan ”mual” adalah suatu sensasi yang tidak menyenangkan, secara samar dialihkan pada epigastrium dan abdomen dan sering kali memuncak dengan muntah-muntah, (kamus kedokteran Dorland). 

Muntah adalah cara saluran cerna bagian atas

Kupas Tuntas Demam Berdarah Dengue

Pendahuluan 
Demam berdarah dengue (dengue haemorrhagic fever), ialah penyakit menular yang disebabkan virus Dengue yang diperantarai vektor nyamuk Aedes aegypti. Terdapat pada anak dan dewasa dengan gejala utama demam, nyeri otot dan sendi, yang biasanya memburuk setelah 2 hari pertama. Uji tourniquet akan positif dengan atau tanpa ruam disertai beberapa atau semua gejala

Monday, 9 January 2012

Akibatnya Kalau Kamu Sering Stress / Banyak Pikiran & Solusinya

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak mungkin terhindar dari masalah. Masalah cinta, sekolah, duit, pekerjaan dan lainnya. Masalah membuat kita berfikir mencari solusinya. Proses mencari solusi inilah yang bermetamorfosis sebagai stress psikis atau beban pikiran. Walaupun secara definisi stress bukan Cuma psikis. Ingin tahu bagaimana mekanisme stress ‘ngefek’ ke tubuh kita? Simak penjelasan di bawah ini.

STOP STRESS

Mekanisme Stress
Setiap kali ada ransangan / perubahan / tantangan yang dirasakan oleh panca indra kita, maka melalui syaraf2 panca indra tersebut mengirimkan signyal ke Hypophyse (berada di dasar otak) sebagai alarm selanjutnya mengirimkan signyalnya ke kelenjar anak ginjal untuk melepaskan hormone Adrenalin dan Cortisol, Cortisol ini meningkatkan gula darah yang terutama digunakan otak (berfikir/mengatur), selain itu fungsi cortisol untuk meningkatkan persediaan bahan perbaikan sel2 tubuh, system kekebalan tubuh, reproduksi dan pertumbuhan serta merangsang beberapa kelenjar tubuh lainnya untuk peroses metabolisme sedangkan Adrenaline meningkatkan denyut jantung , dan peningkatan tekanan darah dan juga meningkatkan pasokan energi.
Jika pikiran dan tubuh selalu cemas karena stres yang berlebihan setiap hari,lama kelamaan tubuh akan menghadapi masalah-masalah kesehatan serius.Tubuh sebagai Hardwire akan bekerja terus menerus dalam kondisi tidak normal/ overload yang akhirnya dapat menyebabkan:
  1. Gangguan jantung (dari yang Cuma berdebar-debar, sampai gangguan denyut dan irama)
  2. Masalah tidur (susah tidur, gampang terbangun)
  3. Masalah pencernaan (terutama ‘maagh’ : perut begah, nyeri ulu hati, mual, muntah, tidak nafsu makan, kembung, mulut terasa pahit, sampai mencret-mencret atw diare)
  4. Depresi ( Tidak semangat ngapa-ngapain, madesu, lelah sepanjang hari)
  5. Obesitas
  6. Pelemahan Memori/ingatan (susah ngafalin, gampang lupa)
  7. Kelainan pada kulit (seperti eksim, neurodermatitis, dermatitis numularis,dll)
Nah, gejala mana aja yang sudah kamu rasakan?hehehe. Serem kan? Akibat masalah/stress yang berlarut-larut. Jangan biarkan tubuhmu dijajah stress dan berlanjut menjadi penyakit-penyakit di atas. Kalau kita sebagai orang islam cara ampuh menghilangkan stress dengan berdzikir, sholat, berdo’a dan curhat di dua pertiga malam kepada Allah SWT. InsyaAllah ampuh.
Manajemen stress lainnya yang mungkin bias membantu, saya dapat dari :
(http://id.shvoong.com/medicine-and-health/1706034-tips-mengatasi-stress-pengembangan-pribadi/)

Tips Menghilangkan Stress (Solusi)

1. KEMBANGKAN KETERATURAN
Berbenahlah. Singkirkanlah barang-barang yang tidak dipakai. Anda bisa memulihkan
rasa tenang kepada sebuah ruangan dengan “pilih dan singkirkan” selama tiga puluh
menit.
2. ALIHKANLAH FOKUS ANDA
Mengalihkan perhatian bisa memberikan istirahat terhadap otak Anda dari pemecahan
masalah serta beban. Tidak mungkin dikuasai rasa kuatir kalau ada sesuatu hal lain yang
rnenarik minat Anda.
3. LUANGKANLAH WAKTU UNTUK BEROLAHRAGA
Hilangkanlah tekanan dari tubuh Anda lewat dua puluh menit aerobik.
4. TERBUKALAH KEPADA ORANG LAIN
Utarakanlah ketegangan Anda kepada teman yang bisa dipercaya.
5. KEMBANGKAN PILIHAN LAIN
Gantilah saluran di otak Anda. Pemecahan masalah lebih efektif kalau pikiran kita sering
beristirahat dari suatu masalah ketimbang terus terobsesi dengannya.
6. AMBILLAH WAKTU UNTUK BERSAAT TEDUH
Jadwalkanlah beberapa waktu istirahat singkat sepanjang hari untuk memperlambat kerja
otak dan tubuh. Dengarkanlah musik yang membuat rileks. Berdoalah dan merenung untuk menyejukkan jiwa.
7. TUNTASKANLAH URUSAN YANG BELUM TUNTAS
Perbaikilah apabila mungkin. Berikanlah ampun ketimbang memendam gerutu.
8. PUTUSKANLAH UNTUK PERCAYA
Salah satu resep terbaik untuk rasa takut adalah mengatakan, “Ya Tuhan, aku memilih
percaya kepada-Mu”.
9. DEDIKASIKANLAH DIRI KEPADA HAL-HAL YANG DASAR
Untuk melihat dengan jelas di tengah-tengah stress yang membutakan : Tidurlah delapan
hingga sembilan jam setiap malamnya; makanlah makanan yang seimbang gizinya;
olahragalah dua hingga tiga puluh menit tiga kali setiap minggunya.
10. LEPASKANLAH
Kalau kewalahan, mundurlah, berilah waktu kepada diri sendiri, dan berhentilah berusaha
terlalu keras. Segalanya tidaklah harus “dituntaskan” hari ini juga.
11. BERTEKUNLAH
Menghindar hanya akan menambah kecemasan. Evaluasilah apa yang dapat dilakukan,
dan kerjakanlah itu. Janganlah terperangkap dalam pendekatan “segalanya atau tidak
sama sekali”.
12. JANGANLAH MENJADI ORANG “TIPE SERBA BISA”
Tak ada yang dirancang untuk menjadi segalanya bagi semua orang. Hanya Tuhan seoranglah yang dapat memenuhi uraian tugas itu.

Semuanya layak dicoba, semo9a bermanfaat. Hidup akan jauh lebih indah jika kita terbebas dari belenggu stress. InsyaAllah… Semo9a kita terhindar dari bahaya stress. Amienn.

FOLLOW TWITTERKU ya,,, ^_^

Sunday, 25 December 2011

KASUS ETIK : Pengambilan Keputusan Pada Pasien dan Informed Consent

Subyektif :
     Pasien G1P0A0 mengaku hamil 2 bulan datang dengan keluhan pendarahan dari jalan lahir sejak 4 hari sebelum masuk Rumah Sakit. Awalnya darah hanya berupa bercak-bercak warna merah segar. Numun 7 jam SMRS bercak darah disertai keluarnya gumpalan merah seperti daging.
      Pasien juga mengeluh mulas-mulas. Pasien mengaku mendapat haid terakhir tanggal 18 maret 2011.  Riwayat berhubungan terakhir dengan suami 1 minggu sebelum masuk Rumah Sakit, riwayat trauma disangkal, riwayat keputihan (+) sejak 2 minggu SMRS.
      Selama ini pasien hanya satu kali berkunjung ke puskesmas untuk memeriksakan kehamilannya.
Riwayat Penyakit Dahulu :
Riwayat penyakit paru, ginjal, kencing manis, darah tinggi disangkal.
Riwayat penyakit keluarga : ( - )
Riwayat Pernikahan : Pertama kali, dengan suami sekarang sudah menikah 1 tahun.
Riwayat Kontrasepsi : tidak pernah menggunakan kontrasepsi
Keterangan : Pasien datang hanya diantar oleh ibu dan kakak laki-lakinya, suami pasien sedang melaut diperkirakan baru pulang sekitar 5 hari lagi dan tidak bisa dihubungi. Sehingga saat akan dilakukan informed consent tindakan medis atas pasien terjadi kebingungan pada pasien. 

Objektif :

      Berdasarkan pemeriksaan di VK, didapatkan hasil berupa :

Pasien tampak lemah

KU : Tampak Sakit Sedang                     Kesadaran : Composmentis

Tanda Vital :

TD = 100/70 mmHg     ; P = 20x/menit   ; N = 90x/menit     ; S= 36,70C



Pemeriksaan generalis :

Kepala : rambut berwarna hitam  merata

Mata : Si -/-, Anemis -/-, RCL +/+, RCTL +/+

Cor : S1-S2 reguler, Murmur (-), Gallop (-)

Pulmo : SN vesikular +/+, Rhonki -/-, Wheezing -/-

Abdomen : datar, supel, Nyeri tekan (-), Bising Usus (+) normal

Ekstremitas : akral hangat +/+,  CRT  < 2’’



Status Ginekologis :

Abdomen : Tinggi fundus uteri  : dua jari di atas simfisis

Inspeculo : Flour (+), Fluxus (+), ostium uteri externa terbuka 1-2 cm, jaringan (+)

Pemeriksaan VT: vulva/vagina tak ada kelainan, portio tebal lunak, pembukaan 1-2 cm, teraba jaringan.


Assessment :
      Berdasarkan  anamnesis dan pemeriksaan fisik diagnosis pasien ini adalah G1P0A0 Hamil 8 Minggu dg Abortus Inkomplit.
      Berdasarkan  anamnesis didapatkan bahwa. Pasien   G1P0A0 hamil 2 bulan datang dengan keluhan pendarahan pervaginam sejak 4 hari, 7 jam SMRS bercak darah disertai keluarnya gumpalan merah seperti daging. mulas-mulas (+).
      HPHT tanggal 18 maret 2011.  Riwayat kontak sexual 1 minggu SMRS, riwayat trauma disangkal, riwayat keputihan (+) sejak 2 minggu SMRS.
Hal ini sesuai dengan definisi abortus, yaitu ancaman atau pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di laur kandungan. Sebagai batasan adalah kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat janin kurang dari 500 gram.
      Pada kasus ini diagnosis mengarak ke abortus inkomplit karena dari anamnesis didapatkan data :Perdarahan pada trimester pertama kehamilan, darah biasa berupa bercak-bercak, disertai dengan mulas atau nyeri pinggang dan ada riwayat keluarnya jaringan dari jalan lahir.
Dari anamnesis juga didapatkan kemungkinan penyebab abortus pada pasien yaitu keputihan. Seperti diketahui bahwa abortus pada wanita hamil bisa terjadi karena beberapa sebab diantaranya :
Faktor Janin : gangguan pertumbuhan, gangguan kromosom
Faktor Ibu : Infeksi (keputihan, infeksi kronis), serviks inkompeten, hipertiroid, diabetes melitus, defek uterus.

      Pada pemeriksaan fisik diperoleh data, tanda vital pasien masih baik. TD = 100/70 mmHg     ; P = 20x/menit   ; N = 90x/menit     ; S= 36,70C dengan sedikit penurunan tekanan darah. Status ginekologis : Abdomen : Tinggi fundus uteri  : dua jari di atas simfisis. Inspeculo : Flour (+), Fluxus (+), ostium uteri externa terbuka 1-2 cm, jaringan (+). Pemeriksaan VT: vulva/vagina tak ada kelainan, portio tebal lunak, pembukaan 1-2 cm, teraba jaringan. Pemeriksaan fisik lain dalam batas normal. Diagnosis abortus inkomplit diperkuat dengan bukti pemeriksaan fisik ditemukan flour dan fluxus, portio terbuka, dan ditemukan jaringan di jalan lahir. Jenis abortus lain dapat disingkirkan, karena pada abortus iminens, insipiens dan komplit tidak ditemukan jaringan pada jalan lahir.

Plan :
Penatalaksanaan : Pada kasus abortus penanganan utama adalah stabilisasi tanda vital atau resusitasi jika terjadi syok hipovolemik akibat perdarahan masif dan  tatalaksana yang harus dilakukan pada pasien dengan abortus inkomplit yaitu evakuasi berupa tindakan kuretase, untuk mengeluarkan sisa jaringan buah kehamilan. 
      Terapi medikamentosa yang diberikan pada pasien ini berupa antibiotika sebagai terapi profilaksis untuk mencegah terjadinya infeksi yang mungkin terjadi akibat tindakan kuretase yang dilakukan.
Selain itu diberikan juga golongan NSAID sebagai analgetik untuk mengurangi nyeri post kuretase.
      Komplikasi abortus yang dapat terjadi pada fase akut adalah perdarahan hebat yang dapat menyebabkan syok sampai kematian. Komplikasi jangka panjang umumnya berupa infeksi dan jaringan sisa dalam uterus.
      Pada kasus abortus inkomplit pada umumnya masih terjadi perdarahan aktif akibat masih terdapat sisa konsepsi di dalam uterus, sehingga perlu dilakukan tindakan medis berupa kuretase segera agar tidak sampai terjadi anemia dan syok hipovolemik.
Untuk melakukan tindakan medis, diperlukan infomed consent. 


      Menurut PerMenKes no 290/MenKes/Per/III/2008 dan UU no 29 th 2004 Pasal 45 serta Manual Persetujuan Tindakan Kedokteran KKI tahun 2008. maka Informed Consent adalah persetujuan tindakan kedokteran yang diberikan oleh pasien atau keluarga terdekatnya setelah mendapatkan penjelasan secara lengkap mengenai tindakan  kedokteran yang akan dilakukan terhadap pasien tersebut.
Informasi/keterangan yang wajib diberikan sebelum suatu tindakan kedokteran dilaksanakan adalah:
1. Diagnosa yang telah ditegakkan.
2. Sifat dan luasnya tindakan yang akan dilakukan.
3. Manfaat dan urgensinya dilakukan tindakan tersebut.
4. Resiko resiko dan komplikasi yang mungkin terjadi daripada tindakan kedokteran tersebut.
5. Konsekwensinya bila tidak dilakukan tindakan tersebut dan adakah alternatif cara pengobatan yang lain.
6. Biaya yang menyangkut tindakan kedokteran tersebut.
Resiko resiko yang harus diinformasikan kepada pasien yang dimintakan persetujuan tindakan kedokteran :
a. Resiko yang melekat pada tindakan kedokteran tersebut.
b. Resiko yang tidak bisa diperkirakan sebelumnya.

Seorang pasien yang berhak memutuskan tindakan medis atas dirinya adalah pasien dewasa atau bukan anak menurut peraturan perundang-undangan atau telah/pernah menikah, tidak terganggu kesadaran fisiknya, mampu berkomunikasi secara wajar, tidak mengalami kemunduran  perkembangan (retardasi) mental dan tidak mengalami penyakit mental sehingga mampu membuat keputusan secara bebas.
      Pada kasus ini pasien setelah dijelaskan mengenai kondisinya dan tindakan yang akan dilakukan terhadapnya, pasien mengalami kebingungan karena suami pasien sedang melaut diperkirakan baru pulang sekitar 5 hari lagi dan tidak bisa dihubungi, Sehingga pasien meminta kakak dan ibu kandungnya sebagai penanggung jawab atas dirinya.  Hal ini dibolehkan, jika tidak ada suami, pengambilan keputusan bisa diserahkan kepada orang tua atau kakak kandung. Sesuai  Menurut PerMenKes no 290/MenKes/Per/III/2008 dan UU no 29 th 2004 Pasal 45 serta Manual Persetujuan Tindakan Kedokteran KKI tahun 2008. Pada bab 1 Mengenai Ketentuan Umum, Pasal 1 yang berisi : Keluarga terdekat adalah suami atau  istri, ayah atau ibu kandung, anak-anak kandung, saudara-saudara kandung atau pengampunya.
      Dalam PerMenKes no 290/Menkes/Per/III/2008 juga dijelaskan pengecualian terhadap keharusan pemberian informasi sebelum dimintakan persetujuan tindakan kedokteran adalah:
1. Dalam keadaan gawat darurat ( emergensi ), dimana dokter harus segera bertindak untuk menyelamatkan jiwa.
2. Keadaan emosi pasien yang sangat labil sehingga ia tidak bisa menghadapi situasi dirinya.
 

     Dalam memberikan informed consent ada empat prinsip etika yang mendasari:

(Justice salah satu prinsip etik kedokteran)
1. Respek terhadap otonomi (respect for autonomy)
2. Tidak menyebabkan yang buruk (non-maleficence)
3. Kemaslahatan (beneficence)
4. Keadilan (justice)

     Keempat prinsip ini bersifat “prima facie”, berarti: Suatu prinsip yang mengikat, kecuali apabila prinsip tersebut mempunyai konflik dengan prinsip lain. Apabila terdapat konflik, kita harus memilih di antara keduanya.




Selain 4 prinsip ini, sering juga ditambahkan:
5. Harga diri (dignity)
6. Kebenaran dan kejujuran (truthfulness and honesty)


Penjelasan keenam hal di atas:
1. Menghargai Otonomi
    Dalam semua proses pengambilan keputusan, dianggap bahwa keputusan yang dibuat setelah mendapatkan penjelasan itu dibuat secara sukarela dan berdasarkan pemikiran rasional. Di dalam dunia kedokteran, dokter menghargai otonomi pasien berarti bahwa  pasien mempunyai kemampuan untuk berlaku atau bertindak secara sadar dengan pengertian penuh, dan tanpa pengaruh-pengaruh yang bisa menghilangkan kebebasannya.
2. Tidak menyebabkan yang buruk (non-maleficence).
    Di dalam prinsip ini, dokter tidak boleh secara sengaja menyebabkan perburukan atau cedera pada pasien, baik akibat tindakan atau tidak dilakukannya tindakan.
3. Kemaslahatan.
    Adalah kewajiban petugas kesehatan untuk memberikan kemaslahatan, kebaikan, kegunaan bagi pasien, dan juga untuk mengambil langkah positif mencegah dan menghilangkan cedera dari pasien.
4. Keadilan.
     Keadilan di dalam pelayanan dan riset kesehatan digambarkan sebagai kesamaan hak bagi pasien-pasien dengan kondisi yang sama. Di dalam informed consent, penjelasan bagi pasien harus diberikan sampai dengan pengobatan yang mungkin saja tidak terjangkau atau tidak dilindungi pihak asuransinya.
5. Harga Diri.
    Pasien, dan dokter mempunyai hak atas harga dirinya. Sehingga dalam hubungan dokter-pasien harus saling menghargai hak dan kewajiban masing-masing.
6. Kebenaran dan Kejujuran.
    Kebenaran dan kejujuran adalah suatu keharusan di dalam  hubungan dokter pasien. Informed consent diberikan kepada  pasien berdasarkan informasi yang benar dan jujur.

Data Pustaka :
Prawirohardjo, Sarwono. Ilmu Kebidanan. P.T Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. 2009
Konsil Kedokteran Indonesia. Penyelenggaraan Praktik Kedokteran yang Baik di Indonesia. DepKes. Jakarta: 2006.
Hanafiah, M. Yusuf., Prof.Dr.SPOG & Amri Amir, Dr.SpF., 1999, Etika Kedokteran & Hukum Kesehatan, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.
Norman F, Kenneth J,dkk. Obstetrics Williams (Editor), Steven L. Clark, Katharine D. Wenstrom.  Williams Obstetrics 23rd Ed: McGraw-Hill Professional

dr.Anton Hilman
Dokter Internship Depkes di RSUD Malingping, Lebak, Banten 


Friday, 23 December 2011

Idealisme Seorang Dokter

Saya menemukan sebuah tulisan yang menggugah mengenai idealisme seorang dokter, check this out...
(renungkan, resapi, dan amalkan...)

Rekan sejawat yang terhormat,
uconnwelcomemat.wordpress.com

Jika Anda ingin menjadi dokter untuk bisa kaya raya, maka segeralah kemasi barang-barang Anda.Mungkin fakultas ekonomi lebih tepat untuk mendidik anda menjadi businessman bergelimang rupiahDaripada Anda harus mengorbankan pasien dan keluarga Anda sendiri demi mengejar kekayaan.

Jika Anda ingin menjadi dokter untuk mendapatkan kedudukan sosial tinggi di masyarakat, dipuja dan didewakan, maka silahkan kembali ke Mesir ribuan tahun yang lalu dan jadilah fir’aun di sana. Daripada Anda di sini harus menjadi arogan dan merendahkan orang lain di sekitar Anda hanya agar Anda terkesan paling berharga.
Jika Anda ingin menjadi dokter untuk memudahkan mencari jodoh atau menarik perhatian calon mertua, mungkin lebih baik Anda mencari agency selebritis yang akan mengorbitkan Anda sehingga menjadi artis pujaan para wanita. Daripada Anda bersembunyi di balik topeng klimis dan jas putih necis, sementara Anda alpa dari makna dokter yang sesungguhnya. 
Dokter tidak diciptakan untuk itu, kawan.

Memilih menjadi dokter bukan sekadar agar bisa bergaya dengan BMW keluaran terbaru, bukan sekadar bisa terihat tampan dengan jas putih kebanggaan, bukan sekadar agar para tetangga terbungkuk-bungkuk hormat melihat kita lewat.

Memilih menjadi dokter adalah memilih jalan pengabdian. Mengabdi pada masyarakat yang masih akrab dengan busung lapar dan gizi buruk. Mengabdi pada masyarakat yang masih sering mengunjungi dukun ketika anaknya demam tinggi.

Memilih menjadi dokter adalah memilih jalan empati, ketika dengan lembut kita merangkul dan menguatkan seorang bapak tua yang baru saja kehilangan anaknya karena malaria.

Memilih jalan menjadi dokter adalah memilih jalan kemanusiaan, ketika kita tergerak mengabdikan diri dalam tim medis penanggulangan bencana dengan bayaran cuma-cuma.

Memilih jalan menjadi dokter adalah memilih jalan kepedulian, saat kita terpaku dalam sujud-sujud panjang, mendoakan kesembuhan dan kebahagiaan pasien-pasien kita.

Memilih menjadi dokter adalah memilih jalan berbagi, ketika seorang tukang becak menangis di depan kita karena tidak punya uang untuk membayar biaya rumah sakit anaknya yang terkena demam berdarah. Lalu dengan senyum terindah yang pernah disaksikan dunia, kita menepuk bahunya dan berkata, “jangan menangis lagi, pak, Insya Allah saya bantu pembayarannya.”

Memilih menjadi dokter adalah memilih jalan kasih sayang, ketika dengan sepenuh cinta kita mengusap lembut rambut seorang anak dengan leukemia dan berbisik lembut di telinganya,”dik, mau diceritain dongeng nggak sama oom dokter?”

Memilih jalan menjadi dokter adalah memilih jalan ketegasan, ketika sebuah perusahaan farmasi menjanjikan komisi besar untuk target penjualan obat-obatnya, lalu dengan tetap tersenyum kita mantap berkata, “maaf, saya tidak mungkin mengkhianati pasien dan hati nurani saya”

Memilih menjadi dokter adalah memilih jalan pengorbanan, saat tengah malam tetangga dari kampung sebelah dengan panik mengetuk pintu rumah kita karena anaknya demam dan kejang-kejang. Lalu dengan ikhlas kita beranjak meninggalkan hangatnya peraduan menembus pekat dan dinginnya malam.

Memilih menjadi dokter adalah memilih jalan terjal lagi mendaki untuk meraih cita-cita kita. Bukan, bukan kekayaan atau penghormatan manusia yang kita cari. Tapi ridha Allah lah yang senantiasa kita perjuangkan.
Yah, memilih menjadi dokter adalah memilih jalan menuju surga, tempat di mana dokter sudah tidak lagi perlu ada…

NB :Ini bukan provokasi untuk menjadi dokter miskin, bukan juga mengatakan bahwa dokter tidak perlu penghormatan atau hal-hal duniawi lainnya. Tulisan ini hanya sekadar sebuah nasihat untuk diri sendiri dan rekan sejawat semua untuk meluruskan kembali niat kita dalam menjadi seorang dokter. Karena setiap amalan tergantung pada niatnya. Silakan menjadi kaya, silakan menjadi terhormat, asal jangan itu yang menjadi tujuan kita. Dokter terlalu rendah jika diniatkan hanya untuk keuntungan duniawi semata. Mungkin akan sangat susah untuk menggenggam erat idealisme ini nantinya. Namun saya yakin, jika ada kemauan yang kuat dan niat yang tepat, idealisme ini akan terbawa sampai mati. Walaupun harus sendirian dalam memperjuangkannya, walaupun banyak yang mencemooh dan merendahkan. Saya yakin, Allah tidak akan pernah salah menilai setiap usaha dan perjuangan hamba-hamba-Nya. Tidak akan pernah.

Sumber  (http://muslim5bandung.wordpress.com/2010/09/18/kepada-dokter-dokter-muslim-masa-depan/)


  Pilek Alergi, Paparan Cahaya Matahari, dan Vitamin D: Hubungan yang Perlu Kalian Tahu     Pilek alergi atau rhinitis alergi adalah salah...

POSTINGAN LAINNYA